Menangkap Cahaya Matahari Untuk Sumber Energi Listrik IPAL Batik Tulis Tanjung Bumi yang Ramah Lingkungan

Dalam proses produksi batik tulis, salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh UMKM batik adalah adanya limbah batik khususnya limbah cair, yang merupakan hasil residu dari produksi batik. Limbah cair batik yang dibuang umumnya berasal dari proses pewarnaan, pencucian dan pelepasan malam atau lilin (pelorodan). Limbah tersebut umumnya mengandung zat-zat pencemar yang kadarnya melebihi baku mutu. Kondisi lapangan menunjukkan lapangan hampir semua UMKM batik tulis di Kecamatan Tanjung Bumi tidak mempunyai instalasi pengolahan limbah batik.  Pasca proses produksi, khususnya batik tulis yang menggunakan bahan-bahan kimia relatif kurang ramah lingkungan. Pengrajin biasanya langsung membuang air limbah begitu saja ke selokan atau sungai terdekat. Padahal pembuangan limbah batik langsung ke lingkungan tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu, niscaya dapat mencemari lingkungan sekitarnya yaitu air dan tanah. Kendala lain adalah wilayah Desa Paseseh khususnya dan Kecamatan Tanjung Bumi umumnya sebagai seringkali mangalami  pemadaman listrik. Frekuensi pemadaman semakin meningkat pada musim penghujan.  
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, LPPM Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan Program Produk Teknologi yang Didesiminasikan ke Masyarakat (PTDM) pada Tahun 2021. Teknologi yang diterapkan adalah instalasi pengolah air limbah (IPAL) batik tulis ramah lingkungan dengan cara menangkap cahaya matahari sebagai sumber energi listrik melalui Pembangkit Photovoltaic (PV) atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Mitra UMKM Batik Zulpah Madura. PLTS mempunyai panel surya dengan daya total 900 Watt dipakai untuk mengerakkan pompa yang berfungsi menaikkan air limbah dari bak pengendap menuju bak koagulasi IPAL. PLTS juga dipakai sebagai sumber penerangan di malam hari dan sumber daya untuk canting listrik supaya pembatik di Desa Paseseh masih mampu membatik walaupun terjadi pemadaman listrik PLN. Selain kegiatan utama ada tiga kegiatan penunjang PTDM. Pelatihan desain motif batik-tulis baru motif kontemporer, dan motif ukiran khas Tanjung Bumi. Pelatihan desain pola jahit desain baru terhadap baju berbahan kain batik tulis Tanjung-Bumi. Terakhir adalah pelatihan promosi penjualan kain batik tulis secara online. Kegiatan juga menggandeng Mitra  Kelompok Pembatik Rumahan, Pemasok Bahan, dan Penjahit Dusun Kramat Desa Paseseh. Pelaksana kegiatan Dr. Amirullah, ST, MT., Ir. Tri Wardoyo, MT., dan Ir. Achmad Yulianto, MT (mir).***

 

  • 18-10-2021
  • Admin
Sumber