Mahasiswa Prodi. Komunikasi tangkal Hate Speech

Polda Jatim. Fenomena hate speech yang semakin mengkhawatirkan akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan yang sangat mendalam di dunia akademisi. Hate speech sendiri merupakan bentuk dari dampak buruk akibat perkembangan pesat teknologi informasi. Sebaiknya, para generasi muda hanya menyebarkan energy dan berita positif yang dapat menginspirasi banyak orang daripada menebar kebencian yang memecah belah bangsa. Hal tersebut merupakan point-point dari kuliah lapangan yang dilakukan oleh Prodi Ilmu Komunikasi Ubhara bersama Polda Jatim. Kasubid PID AKBP Yuli Setiadji dan Kasubid Penmas AKBP Eko Hengky Prayitno adalah pemateri pada kuliah lapangan yang dilakukan Senin 5 Juni 2017.
Kaprodi Ilmu Komunikasi Ubhara Fitria Widyani mengungkapkan bahwa hal yang mendasari pentingnya kuliah lapangan tersebut adalah keprihatinan bersama tentang begitu maraknya hate speech. Ia menjelaskan, hate speesch merupakan penyimpangan besar dalam bidang kehumasan. Oleh karenanya, melalui kuliah lapangan yang diselenggarakan bersama Polda Jatim diharapkan mampu membuka cakrawala ilmu dari para mahasiswanya sehingga tidak menjadi orang-orang yang berada di balik hate speech yang marak ini.
“Hate speech saat ini masih menjadi keprihatinan bersama. Hal ini dikarenakan hate speech adalah wujud dari dampak buruk perkembangan pesat dari teknologi informasi. Dengan begitu, diharapkan melalui kuliah lapangan ini para mahasiswa mampu menyadari bahwa hate speech bukanlah hal baik dalam hal kehumasan. Selain itu, juga diharapkan para mahasiswa tidak menjadi orang-orang dibelakang hate speech yang beredar,” paparnya kepada Surabaya Pagi kemarin.
 Lebih lanjut, Ita Nurlita Dosen pengampu mata kuliah Humas menjelaskan bahwa dari kuliah lapangan tersebut dihasilkan beberapa hal penting untuk menangkal penyebaran hate speech. Diantaranya adalah agar generasi muda mampu menahan diri untuk tidak merespon pesan-pesan yang belum memiliki validitas. Karena, pesan-pesan semacam itu, atau yang akrab disebut hoax, merupakan pesan yang memancing penyebaran hate speech. (del_fsp)

Sumber