Program Magang dan Pengabdian Masyarakat Diikuti oleh 54 Mahasiswa

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bhayangkara Surabaya bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya menggelar program Pemberdayaan Masyarakat. Sekitar 54 mahasiswa yang program magang dan program pengabdian masyarakat disebar di lima titik wilayah Polsekta, yakni di Polsekta Wonocolo, Jambangan, Rungkut, Karangpilang dan Wonokromo. Kegiatan yang menjadi percontohan dalam program itu menerjunkan para mahasiswa ke lapangan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga sekitar tempat magang. Sehingga dari evaluasi kepada warga, diketahui apa saja yang dibutuhkan warga sekitar. Seperti yang terlihat di kawasan Siwalankerto, dalam dua bulan magang untuk pemberdayaan masyarakat itu, sudah bisa memanen ikan lele. Ada sekitar 3.500 ekor ikan lele yang berhasil dipanen warga.

Hari Jumat (20/4/2018) panen lele itu disaksikan langsung Rektor Ubhara Surabaya Brigjen Pol (Purn) Drs Edy Prawoto SH M.Hum, Dekan Fisip Ismail, beberapa dekan fakultas lainnya, pihak Polsekta Wonocolo, perangkat kampung serta warga dan mahasiswa Ubhara. Disampaikan Ismail, di Siwalankerto, mahasiswa dan mahasiswinya tak saja membudidayakan ikan lele, tapi juga mengembangbiakan lalat hitam yang menghasilkan belatung untuk pakan terbaik lele serta melakukan budidaya berbagai tanaman, termasuk cabe.

“Di tempat ini, warga terutama ibu-ibu bisa melakukan budidaya lele dan menanam bibit tanaman untuk menghasilkan sesuatu. Belatung yang kita hasilkan dari beternak lalat hitam memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain bisa untuk pakan lele, juga bisa dijual per 500 belatung seharga Rp50 ribu,” beber Ismail. Ditambahkan Ismail, mahasiswa ini masih semester enam. Mereka mengikuti program Pemberdayaan Masyarakat ini selama satu semester, namun baru dua bulan sudah bisa panen lele. Ini semacam program kuliah kerja nyata dengan cara terjun langsung dan berbaur kepada masyarakat. Mereka menggali persoalan yang ada di pemukiman, khususnya masalah ketahanan pangan dan perekonomian.

Menurut Rektor Ubhara Surabaya Edy Prawoto, program Pemberdayaan Masyarakat ini untuk ketahanan pangan dan mengangkat perekonomian masyarakat. Program ini secara aspek ekonomi sangat menguntungkan dan membuat inspirasi masyarakat secara luas. "Program ini menunjukan jika Ubhara Surabaya bisa mengabdi dan bisa bersinergi dengan masyarakat. Yang penting kita bisa bermanfaat untuk orang lain," ujar Edy Prawoto. Dengan melakukan pemberdayaan ini, kata Edy, masyarakat bisa menghasilkan hal positif. Jika pemberdayaan ini berhasil, masyarakat bisa mandiri dan memiliki penghasilan tambahan. "Program ini akan berkelanjutan. Jika berhasil di tempat ini maka bisa ditularkan ke tempat lain. Masyarakat diberikan kesibukan yang positif tentunya dari aspek keamanan juga bisa menangkal hal yang kearah negatif," jelas Edy yang menegaskan di tiap wilayah yang diterjunkan untuk program ini, menjalankan kegiatan bermuatan lokal yang berbeda-beda. Ditambahkan Ismail, program ini memang sengaja dilakukan untuk bisa menyentuh langsung kepada masyarakat. Melalui program-program yang mengena, otomatis akan mengangkat perekonomian masyarakat. "Program ini memang efektif karena langsung menyentuh kepada persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat. Daripada hanya bergantung pada magang di perkantoran saja," terang Ismail.

Sumber