Pesan Rektor untuk Wisudawan Ubhara 2017

Surabaya. Hari ini (27/9), Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya meluluskan 764 mahasiswa dalam acara wisuda ke -48 untuk program Sarjana dan Magister ke-24 di Hotel Utami, Juanda, Sidoarjo. Dari jumlah itu, 605 merupakan lulusan program S1 dan 159 lulusan program magister.
Rektor Ubhara Surabaya Edy Prawoto, SH, M.Hum mengatakan wisuda ini adalah salah satu perwujudan bentuk tanggung jawab Ubhara Surabaya kepada bangsa dan negara. “Ini adalah wujud karya utama Ubhara Surabaya,” ujarnya.
Edy Prawoto memberlakukan setiap lulusan baik S1 atau S2 memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keahlian tertentu. Penting bagi para lulusan untuk terlibat dalam interaksi-oteraksi bekal untuk meningkatkan kapasitas bagi perusahaan atau organisasi di mana nanti lulusan akan berkiprah. “Ubhara ini menjadi universitas yang global, world class university. Tidak mudah karena kita harus memanfaatkan kreativitas generasi muda untuk kemajuan perguruan tinggi ini,” tandasnya. Edy Prawoto mengingatkan kompetisi di masyarakat baru akan dimulai. Persaingan dan tantangan tidak bisa dihindari malah harus dihadapi. Ini adalah dinamika dalam hidup yang harus diatasi. Karenanya, rektor memberikan beberapa pesan kepada para lulusan, “ Ada lima pesan yang akan saya sampaikan kepada para lulusan dan harus ditelaah dengan baik,” tandasnya.
Pesan pertama, yaitu jangan mudah berpuas diri dengan apa yang diraih saat itu. Kemampuan yang dimiliki hendaklah ditingkatkan untuk meraih keberhasilan baik dalam persaingan memperoleh lapangan pekerjaan maupun dalam menciptakan lapangan kerja sebagai wujud peran serta dalam pembangunan bangsa.
Kedua adalah untuk terus belajar dan tidak harus menunggu mencari atau kesempatan. Gunakan kesempatan ilmu dan keahlian yang telah diperoleh untuk dapat bersaing secara sehat dalam mencari kesempatan kerja yang cocok bagi para lulusan. Serta menciptakan peluang maupun kesempatan kerja. Pesan ketiga adalah hendaknya selaku menjaga kehormatan dan nama baik pribadi sebagai lulusan Ubhara, serta menjunjung tinggi nama almamater.
Keempat, Edy Prawoto berpesan, agar para lulusan bersikap rendah hati, menghindari dicap angkuh, karena pada akhirnya masyarakat yang akan mengkaji dan menilai pengetahuan dari keahlian yang dimiliki. Serta kelima, lulusan harus memegang teguh janji atas Panca Praserta Alumni yang diucapkan para lulusan, itu harus diwujudkan dalam sikap, tidak, dan perilaku sehari-hari di tempat para lulusan bekerja kelak.

Sumber