Menengok aktifitas mahasiswa di Thailand

Thailand. Baru-baru ini negeri gajah putih Thailand diguncang dengan peristiwa kudeta Militer atas pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. apakah berpengaruh pada kegiatan belajar mahasiswa program dual degree asal Universitas Bhayangkara Surabaya ?. Menurut informasi mahasiswa Ubhara yang kuliah di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT) bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Thailand, telah menyiapkan langkah antisipatif atas kemungkinan terburuk krisis politik di Thailand. Akan tetapi kami mahasiswa tetap tenang fokus belajar kata Elsyah Ibnul Komala mahasiswa Business Administration. Menurut mahasiswa asal Bojonegoro tersebut, krisis politik ini sedikit membuat was-was akan tetapi pihak kampus menjamin keselamatan kami, tambahnya.

Hari hari menjalani hidup di negeri orang penuh dinamika, mulai dengan problem komunikasi dengan masyarakat lokal, penyesuaian dengan kultur hingga masalah ibadah. Rendik Risdiyanto menuturkan dikarenakan mayoritas penduduk lokal yang beragama Budha, mengakibatkan kami warga muslim sebagai minoritas, sehingga mengalami kesulitan dalam menemukan tempat ibadah serta makanan halal. Mahasiswa Faculty of Engineering tersebut menambahkan kendala-kendala bulan pertama di luar negeri sangat dirasakan, berkat kesabaran dan kerjasama antar mahasiswa dari Indonesia masalah tersebut cepat teratasi.

Dari data Lembaga Kerjasama Ubhara (International Cooperation) bahwa tahun ini ada 10 mahasiswa asal Ubhara belajar di RMUTT, 6 mahasiswa belajar di fakultas bisnis administrasi dan 4 mahasiswa di fakultas teknik. Kepala Lembaga Kerjasama Amirullah, ST, MT menuturkan bahwa 10 mahasiswa yang sedang belajar di RMUTT adalah gelombang tiga dalam program dual degree. Sejak tahun 2010 telah mengirimkan mahasiswa kelas internasional ke luar negeri yang disokong beasiswa unggulan dari Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri Kemdikbud dan Yayasan Brata Bhakti Daerah Jatim (YBBDJ). Tahun ini juga mengirimkan 2 mahasiswa Teknik Elektro ke India, tambahnya.

Bulan-bulan selanjutnya mahasiswa asal Ubhara sangat menikmati atmosfir kademik di perguruan tinggi terbesar di kota Tanyaburi tersebut. Apalagi segala fasilitas pendukung pembelajaran tersedia dan mudah diakses, kata Imam Syafi,i mahasiswa Faculty of Engineering. Selain disibukkan belajar di fakultas masing-masing mahasiswa juga aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan Kedubes RI di Bangkok. Pengenalan Budaya, seminar-seminar yang diadakan Paramitha paguyuban mahasiswa Indonesia dan Thailand. Satu hal yang sangat menyentuh hati saya yaitu budaya saling menghormati dan etika luhur masyarakat Thailand, sangat santun, Imam Syafi’i menambahkan.

Untuk bisa berangkat studi ke luar negeri melalui tahapan seleksi yang sangat ketat, Tahapan seleksi tes toefl, IPK, wewancara, TPA dan psikhology harus dilalui. tahun 2014 ini sedang menseleksi 53 mahasiswa namun hanya bisa diberangkatkan 12 orang, tegas Amirullah. Direncanakan 12 mahasiswa tersebut akan berangkat ke Thailand bulan Agustus 2014 dan akan menyelesaikan studinya selama 2 semester, imbuhnya. (DEL_HUM)

Sumber