13 Juli 2012

Pencanangan kampus bebas Narkoba

bebas-narkoba-ubhara

Narkoba adalah musuh mematikan setelah Teroris, bahayanya mengancam keberlangusngan generasi muda. Kepedulian kampus terhadap fenomena ini perlu digalakkan terus menerus dalam upaya menciptakan lingkungan bebas narkoba. Kamis, 19 juli 2012 Universitas Bhayangkara Surabaya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi Jawa Timur (BNNP) menyelenggarakan sosialisasi dan tes urin bagi karyawan, dosen dan mahasiswa.

Acara dibuka oleh Rektor Dr. Suharto, Drs, SH, M.Hum didampingi Warek III H. Jauhari Hamid, SH, M.Hum. pembicara tunggal hadir kepala pemberdayaan masyarakat BNNP Jatim AKBP Deborah Jihartin. Menurut mantan Kapolsek Tegalsari ini bahwa ancaman Narkoba sering tidak disadari oleh orang tua. Orang tua sering kecolongan anaknya terkena narkoba akibat salah pergaulan atau memang tidak disengaja mengakibatkan kecanduan.

Penjelasan AKBP Deborah dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta, dari salah satu pertanyaan muncul bagaimana mendeteksi sejak dini orang-orang disekitar kita terkena narkoba. Menurut bu Deborah ada 3 ong, ong pertama suka bengong, kedua suka bohong dan yang ketiga suka nyolong. Jika terlanjur memakai narkoba jangan segan-segan melapor ke BNNP untuk mendapatkan fasilitas rehabilitasi dalam kondisi ini tidak dikenakan pidana. Tempat-tempat rehabilitasi di Surabaya antara lain RS.Dr.Sutomo, Puskesmas Manuan, Puskesmas Jagir dan RS. Menur. Dari penyelenggaraan acara ini terdapat komitmen bersama kampus bebas narkoba dengan terbentuknya Satgas/relawan anti narkoba. (del)

Share