12 September 2012
Sebanyak enam belas Dosen Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT) dan satu mahasiswa hadir di kampus Ubhara Surabaya dalam rangka Academic Collaboration Meeting (Selasa, 11/9). Terdiri atas dua belas Dosen dari fakultas Engginering dan tiga Dosen dari fakultas Administrasi Bisnis. Sedangkan satu mahasiswa adalah dari fakultas Administrasi Bisnis yang sedianya akan mengikuti kuliah di Ubhara selama satu semester.
Rombongan RMUTT akan mengadakan aktifitas pertemuan dengan fakultas Ekonomi dan Teknik selama dua hari 11 – 12 September 2012. Tiba di kampus Ubhara pukul 09.00 Wib (11/9) dengan disambut tari remo dari UKM tari. Selanjutnya dilanjutkan acara welcoming speech oleh Rektor Dr. Suharto, Drs, SH, M.Hum. Introduction of RMUTT delegation diwakili oleh Asst. Prof. Dr Sommai Pivsa-Art Dekan Fakultas Teknik. Dilanjutkan academic meeting lead by Prof. Dr. Ir. H.Didik S mantan atase pendidikan di Bangkok. Sedangkan acara pokok adalah Joint presentation of each fakulty antara jajaran Dekanat Fakultas teknik dan Fakultas Ekonomi Ubhara dengan Fakultas Teknik dan Fakultas Administrasi Bisnis RMUTT.
Fakultas Teknik RMUTT di pimpin oleh Asst. Prof.Dr Sommai Pivsa-Art dan fakultas administrasi bisnis dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Chanongkorn Kuntonburt Dekan fakultas Administrasi Bisnis RMUTT. Dalam sesi presentasi kedua fakultas mengemukakan proses pembelajaran, jenis mata kuliah dan SKS. Sedangkan sesi selanjutnya terjadi pembicaraan secara intens tentang teknis bagaimana kridit tranfer, jenis mata kuliah serta jumlah SKS yang ditempuh jika kedua fekultas mengirimkan mahasiswanya.
Hingga pukul 12.00 Wib diskusi antar dosen Ubhara dan RMUTT berlangsung dalam suasana keakraban dan saling menghormati. Dan akhirnya telah disepakati point-point penting kedua belah pihak. Sesuai agenda academic meeting hari rabu, 11 september 2012 akan dilanjutkan penandatanganan MoA Memorandum of agreement antara kedua dekan. Kedepan dengan telah ditandatanganinya MoA berarti kerjasama antara kedua perguruan tinggi diharapkan dapat berjalan dengan lancar, sebab kedua belah pihak telah mensepakati point penting yang dimaksud. (del)
Share23 Desember 2011
Untuk yang kali keduanya sebelas mahasiswa Universitas Bhayangkara Surabaya mendapat beasiswa melanjutkan studi di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT). Keberangkatan kesebelas mahasiswa tersebut dilepas oleh Rektor Ubhara Dr. Suharto dan ketua pengurus YBBDJ Drs.Suhandono, MM (21/12) di ruang seminar. Acara pelepasan tersebut sangat mengharukan karena dihadiri oleh orang tua wali dan sanak saudara mahasiswa.
Mahasiswa program dual degree gelombang dua tersebut terdiri 6 mahasiswa prodi manajemen, 3 teknik sipil dan 2 teknik elektro. Mereka akan menempuh kuliah selama 8 bulan dalam program dual degree antara Ubhara dan RMUTT. 6 mahasiswa atas beasiswa dari BPKLN Kemendikbud, selebihnya beasiswa dari YBBDJ dan sponsor lainnya. Selain mendapat biaya kuliah, biaya hidup dari Beasiswa unggulan BPKLN Kemendikbud juga mendapat transportasi PP Surabaya _ Thailand.
Keberangkatan kesebelas mahasiswa tersebut sebelumnya sempat tertunda sebanyak tiga kali. Menurut rencana diberangkatkan pada bulan Oktober, mengingat Thailand terkena bencana banjir maka keberangkatan mahasiswa Ubhara tertunda hingga tanggal 21 Desember 2011. Setelah masa recovery telah selesai dan kampus RMUTT benar-benar siap menerima mahasiswa asing.
Program dual degree yang diselenggarakan oleh Ubhara sejak dua tahun yang lalu sebelumnya telah meluluskan 6 mahasiswa yang pernah merasakan kuliah di RMUTT. Kini keberangkatan mahasiswa ke RMUTT dilipat gandakan menjadi 11 mahasiswa disebabkan karena citra baik mahasisiswa sebelumnya dan prestasi yang membanggakan. Program dual degree tersebut sangat kompetitif hal ini menjadi pilihan favorit mahasiswa untuk meraih beasiswa tersebut.
Selain program dual degree untuk mahasiswa semester 7, ubhara juga telah membuka program baru berupa kelas internasional. Dimana mahasiswa telah diseleksi sejak semester 1 (satu) untuk mendapatkan beasiswa unggulan BPKLN Kemendikbud. Untuk tahun ini telah terjaring mahasiswa di kelas internasional sebanyak 19 orang untuk semster 3, dan 108 orang semster 1. Para mahasiswa tersebut diproyeksikan pada semester 7 melanjutkan kuliah di RMUTT. (del)
Share27 Oktober 2011
Jika tiga, lima tahun yang lalu kelas internasional masih menjadi impian di Ubhara kini menjadi kenyataan. Alhasil setelah dirintis sejak dua tahun yang lalu Rabu (27/10) diresmikan oleh Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya Dr. Suharto, SH., M.Hum. Acara peresmian dimulainya kelas internasional dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomi 1 Lantai 2 dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Program Studi serta para mahasiswa kelas internasional beserta orang tua. Sebanyak 56 mahasiswa kelas internasional dari program studi Manajemen, Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Informatika mendapat dukungan beasiswa unggulan dari BPKLN Kemendiknas.
19 mahasiswa mendapat beasiswa unggulan dari semester tiga hingga lulus, pada semester tujuh berkewajiban melanjutkan kuliah di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand. Sedangkan sebanyak 37 mahasiswa semester satu mendapat beasiswa sejak semester satu hingga lulus, pada tahun ke tiga berangkat kuliah di Thailand. Total Rp. 600 juta rupiah dana BPKLN kemendiknas akan dikucurkan guna membiayai kelas internasional di kampus Ubhara Surabaya.
Dalam kesempatan itu Rektor Ubhara menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi dan kepercayaan Pemerintah dengan dukungan peningkatan kualitas SDM di Ubhara melalui pembentukan kelas internasional. Para Orang tua dengan hikmat mendengar penjelasan dari Rektor, Wakil Rektor 1 Dr. Budi Rianto dan koordinator kelas internasional Drs. Heru Irianto, M.Si.
Pembentukan Kelas Internasional di Ubhara adalah melalui proses seleksi akademik maupun non akademik misalnya prestasi dibidang lain. Kompetensi utama kelas internasional ini pembentukan SDM berkualitas secara akademik maupun pembentukan karakter.
Menurut Dr. Budi Rianto Warek I sejak setahun yang lalu telah dipersiapkan sarana dan prasarana pendukung kelas internasional. Diawali dengan penggalangan kerjasama internasional dan dukungan pemerintah untuk mendapat leagalitas atau pengakuan secara internasional maupun dari pemerintah. Tidak lupa juga penyiapan fasilitas maupun tenaga dosennya, karena para dosen harus mau dan mampu mengikuti standar internasional termasuk menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris, tegasnya. Pada kesempatan itu juga Drs. Heru Irianto, M.Si selaku koordinator kelas internasional mengungkapkan perlunya komitmen bersama antara mahasiswa dan orang tua untuk memanfaatkan kelas internasional, hal ini karena seratus persen dibiayai negara, sehingga harus amanah pak Heru menambahkan (del)
Share24 Oktober 2011
Tepat pukul 06.15 Wib 23 mahasiswa dan 1 orang dosen Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT) bertolak dari Bandara Internasional Juanda menuju Bangkok Thailand. Setelah satu pekan menjadi tamu Universitas Bhayangkara Surabaya. Hujan air mata mewarnai pelepasan ke 24 Orang rombongan RMUTT, hal ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan persaudaraan antara Ubhara Surabaya dan RMUTT. Banyak kesan mendalam diungkapkan para mahasiswa RMUTT terutama perhatian dan dukungan dari Ubhara selama di Indonesia.
Berbagai macam budaya, keramah tamahan Indonesia menjadi pengalaman empirik yang tidak mudah dilupakan. Pancaran kekaguman pada kesenian asli Jawa Timur, Tari Remo, Bantengan, keindahan alam Bromo dengan suku tenggernya, belajar gamelan, membatik serta wayang suket adalah oleh-oleh berharga yang tidak akan ditemukan di Thailand.
Indonesia memiliki banyak suku bangsa dengan perbedaan kebudayaan, yang tercermin pada pola dan gaya hidup masing-masing. Menurut Clifford Geertz, di Indonesia terdapat 300 suku bangsa dan menggunakan kurang lebih 250 bahasa daerah. Akan tetapi apabila ditelusuri, maka sesungguhnya berasal dari rumpun bahasa Melayu Austronesia.
Perbedaan-perbedaan wilayah geografis, kesatuan ekologis, sistem sosial dan lain-lain menimbulkan berbagai kebudayaan daerah yang berlainan, terutama yang berkaitan dengan pola kegiatan ekonomi mereka dan perwujudan kebudayaan yang dihasilkan untuk mendukung kegiatan ekonomi tersebut (cultural activities), misalnya nelayan, pertanian, perdagangan, dan lain-lain. Pulau yang terdiri dari daerah pegunungan dan daerah dataran rendah yang dipisahkan oleh laut dan selat, akan menyebabkan terisolasinya masyarakat yang ada pada wilayah tersebut. Akhirnya mereka akan mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok dengan lingkungan geografis setempat.
Keanekaragam budaya tersebut dijelaskan secara ditail oleh para pemandu dilapangan saat mahasiswa RMUTT melihat dan mempraktikkan langsung karya seni budaya. “Setiap bangsa pasti memiliki karakreristik budaya yang berbeda, perbedaan itu membuat hidup semakin indah” kata Ibu Dewi Amartani saat mendampingi mahasiswa RMUTT di Gunung Bromo.
Puisiku untukmu
Seuntai kata melengking kian bermakna
Satu pekan melebur adonan
Batas budaya tak meluruhkan senyum persahabatan
Dua asa merangkai bunga diatas altar
Ujung hari makin anarkhi
Salam hangat menyesakkan dada
Tangan melambai air mata menetes
Selamat tinggal kawan
Yakinlah esok masih ada ……
==del==
Share19 Oktober 2011
Budaya Jawa Timuran cukup menarik mahasiswa Thailand saat bertemu dengan mahasiswa Ubhara dan para dosen di Kampus Ubhara (18/10) mereka disuguhi TARI REMO. Para Mahasiswa Thailand banyak menanyakan apa itu blangkon, fungsi keris dan lain sebagainya. Kedatangan mahasiswa dari Rajamangala University of Technology Tanyaburi (RMUTT) Thailand tersebut dalam rangka belajar budaya dan perekonomian di Indonesia khusunya Jawa Timur. Ke dua puluh tiga mahasiswa didampingi satu orang dosen tersebut menurut rencana berada di surabaya dari tanggal 18 hingga 23 Oktober 2011.
Universitas Bhayangkara Surabaya selaku tuan rumah telah mengagendakan berbagai macam program diantara forum sharing aktifitas mahasiswa, kujungan ke gedung bersejarah di Surabaya serta Suramadu. Tidak kalah pentingnya mereka akan diajak kunjungan ke desa binaan Ubhara di daerah Pacet Mojokerto. Di desa binaan para mahasiswa dari jurusan bisnis internasional tersbut akan dikenalkan tanaman semi organik serta seni bantengan yang unik. Selanjutnya juga akan dikenalkan suku tengger di kawasan bromo dan belajar membatik, wayang kulit, gamelan di wisata kaliandra pasuruan.
Tidak kalah hebatnya mahasiswa Thailand tersebut juga menampilkan keterampilannya di halaman tengah kampus Ubhara Surabaya. Tari religion thai performance sempat ditampilkan disela acara sharing forum. Pengenalan kedua budaya tersebut diharapkan meningkatkan hubungan kedua negara dan kedua universitas sehingga kerjasama antar perguruan tinggi ini dapat berlangsung. Menurut rencana tanggal 24 Oktober 2011 sebanyak 12 mahasiswa Ubhara akan bertolak ke Thailand untuk melanjutkan studi di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand. Ke 12 mahasiswa tersebut akan mengikuti program dual degree gelombang dua dengan dukungan beasiswa unggulan kemendiknas dan yayasan Brata Bhkati daerah jatim.
Share17 Oktober 2011
Sebuah momentum yang bernilai historis bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas belajar. Selama empat tahun menempuh pendidikan di Universitas Bhayangkara Surabaya akhirnya tibalah saat yang membahagiakan bagi wisudawan maupun anggota keluarga. Sebanyak 445 Wisudawan Sarjana Angkatan XLI dan Magister Angkatan XVII mengikuti penggelaran wisuda di ruang Al Marwah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (15/10). Prosesi wisuda kali ini cukup istimewa karena sekaligus mewisuda Sarjana Program Dual Degree, 6 (enam) mahasiswa program dual degree yang telah menuntaskan kuliah selama dua semester di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand. Mereka turut berbaur diantara wisudawan lain 2 (dua) wisudawan berasal dari program studi Manajemen, 2 (dua) Prodi Teknik Sipil dan 2 (dua) dari Teknik Elektro.
Prosesi wisuda dimulai pukul 08.00 WIB tepat dengan diawali prosesi memasuki tempat. Dalam acara tersebut hadir petinggi Polda Jatim, pengurus Yayasan Brata Bhakti Daerah Jatim, pimpinan Kopertis Wilayah VII serta undangan lainnya. Rektor Ubhara Dr. Suharto, SH., M.Hum dalam kesempatan itu memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari Magister Ilmu Hukum Wredha Danang IPK 3,75, Magister Manajemen Fajrul Hakam Chozin IPK 3,75 sedangkan Sarjana terbaik Prodi Ilmu Hukum Rosita Usman IPK 3,69, Prodi Manajemen Eka Fibri Ariani IPK 3,79, Prodi Akuntansi Nur Chomariyah IPK 3,69, prodi Ekonomi pembangunan Ony Krista Permana IPK 3,00. Wisudawan terbaik dari FISIP prodi Administrasi Publik Rizky Pradana P IPK 3,15, prodi Ilmu Komunikasi Dita Dewi Mithasari IPK 3,40 sedangkan wisudawan terbaik prodi teknik elektro Muhammad Cholili IPK 3,13, prodi teknik sipil Dwi Yanuar Satria IPK 3,18.
Momen penting wisuda kali ini banyak diungkapkan Rektor Ubhara Dr. Suharto karena ditandainya wisuda bagi peserta program dual degree gelombang pertama. Sejak setahun yang lalu Ubhara telah menetapkan visi kampus unggul kompetitif serta beretika menuju world class university. Bukti pengakuan internasional, international recoqnize dengan penandatangan MoU dengan Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT). Pada tanggal 17 Oktober 2011 Ubhara kedatangan 23 mahasiswa dan 1 orang dosen dari RMUTT untuk belajar budaya di jawa Timur serta di akhir bulan ini Oktober 2011 Ubhara akan memberangkatkan 12 mahasiswa ke Thailand.
Menurut Eka Fibri salah satu wisudawan terbaik dari prodi manajemen, pengalamannya menjadi mahasiswa program dual degree sangat berpengaruh terhadap cara berfikir profesional. Karena selama setahun di Thailand banyak pengatahuan yang tidak dapat diperoleh di Indonesia. Program dual degree Ubhara sangat menentukan peningkatan kualitas mahasiswa, dengan harapan dapat diimplementasikan di tengah masyarakat. (del/red)




















