05 November 2012

Peresmian Posko Polmas

peresmian-posko-polmas

Salah satu ciri khas kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Bhayangkara khususnya kuliah kerja nyata (KKN) adalah adanya kegiatan yang berbau keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Perwujudan program kamtibmas berupa aktualisasi Perpolisian Masyarakat (Polmas). Dimana mahasiswa peserta KKN bersama masyarakat sekitar memaksimalkan fungsi Polmas untuk keamanan dan ketertiban lingkungan.

Melalui pemberdayaan masyarakat berupa penyadaran norma-norma, nilai-nilai dan hukum formal maupun adat diharapkan masyarakat dapat menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungannya. Masalah-masalah Kamtibmas telah menjadi tanggungjawab masyarakat desa, segala persoalan diselesaikan sendiri ditingkat desa, dibawah pembinaan seorang Babinkamtibmas.

Untuk mewujudkan berfungsinya Polmas di desa, melalui KKN-PPM 2012 telah dibangun Posko Polmas di RT.1 RW 1 Dusun Belor desa Kembangbelor Pacet Mojokerto. Dengan dukungan dana antara masyarakat desa dan KKN-PPM Ubhara. Dengan harapan Posko tersebut bermanfaat bagi tempat bersilaturrahminya warga desa dalam menyelasaikan problem lingkungan dan menjaga Kamtibmas.

Sebagai pertanda berfungsinya Posko Polmas Rektor Ubhara Dr.Suharto, Drs, SH, M.Hum hadir untuk meresmikan Posko Polmas (03/11). Turut menyaksikan Dekan fakultas Teknik Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand. Yang saat itu terlibat bersama 15 orang mahasiswa pada upaya pelestarian sumber air melalui konservasi bambu KKN PPM 2012 di desa kembangbelor Pacet Mojokerto. (del)

Share

04 November 2012

Ubhara dan Thailand kolaborasi selamatkan sumber air

kolaborasi-selamatkan-sumbe

Program konservasi pada lahan-lahan kritis sebagai akibat penebangan liar, serta kurang pedulinya masyaraakat terhadap manfaat hutan perlu digalakkan. Hal ini untuk mengatasi berkurangnya debit air bahkan ancaman matinya sumber air. Pelestarian potensi sumber air akan berdampak pada meningkatnya sumber ekonomi masyarakat desa, ujar M.Fadeli, M.Si ketua pelaksana KKN-PPM Ubhara ditemuai saat peresmian pembibitan bambu petung di Pacet (31/11).

Sebagai desa yang terletak di kawasan penyangga konservasi Desa Kembangbelor mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu bagaimana mengurangi tekanan penduduk ke dalam kawasan pelestarian dan suaka alam. memberikan kegiatan ekonomi masyarakat dan merupakan kawasan yang memungkinkan adanya interaksi manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat dengan kawasan konservasi.

Untuk mewujudkan penyelamatan sumber air mahasiswa Ubhara (almamater kuning) bekerjasama dengan mahasiswa Thailand (almamater merah). Dengan menanam bambu di kawasan penyangga kususnya di sumber mata air ngasat kembangbelor. Mengapa harus dengan konservasi bambo ?, karena bamboo memiliki nilai manfaat yang luar biasa diantaranya Akar yang kuat untuk menahan laju erosi pada tebing sungai dan lereng gunung sehingga menghindari longsor. Sebagai media penyimpan air yang baik sehingga dapat menjaga kelangsungan sumber air. Meminimalkan gas CO2 (tiap hektar tanaman bambu mampu menyerap sampai ± 60 ton CO2 dari udara per tahun, 35% lebih banyak menghasilkan O2 dibandingkan dengan tanaman lain.

Upaya pelestarian sumber air melalui konservasi bambu adalah misi utama dari program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Ubhara Surabaya. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan antara bulan Oktober dan Nopember 2012, berlangsung di desa Kembangbelor kecamatan Pacet Mojokerto. Untuk mewujudkan kelestarian sumber air melalui konservasi bambu mahasiswa Ubhara menggandeng mahasiswa dari Rajamangala university of Technology Tanyaburi Thailand (RMUTT). Berbagai program pemberdayaan masyarakat dilakukan diantaranya melibatkan pemuda dan para petani menyiapkan bibit bambu petung dan melakukan gerakan menanam bambu di pusat sumber air ngasat Kembangbelor pacet.

Lima belas mahasiswa dari RMUTT dan lima Dosen turut bahu membahu bersama mahasiswa Ubhara melakukan aksi penyelamatan sumber air. Selain kegiatan konservasi bambu mahasiswa Thailand juga belajar budaya asli pacet yaitu seni Bantengan.

Hadir Rektor Ubhara dan dekan Fakultas Engginering RMUTT Mr.Bonyang (31/11) meresmikan Pos Polmas Warga Desa dan Bedengan Pembibitan 1000 bambu petung. Yang sedianya akan diperguanakan untuk konservasi sumber mata air ngasat desa kembangbelor pacet.

Share

11 Februari 2012

Selamat diresmikan Jalan Bhayangkara

peresmian-jalan-bhayangkara

Kedepan masyarakat desa Mojokembang Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto semakin mudah membuat alamat surat, pak Pos tidak akan kebingungan lagi mengantar surat” Ujar Drs. Sugijono, MM ketua pembina yayasan Brata Bhakti Daerah Jatim. Dalam sambutan peresmian jalan Bhayangkara Desa Mojokembang (6/2). Nampak di gang-gang desa juga terpampang nama-nama bunga sebagai nama gang.

Rektor Ubhara “Dr.Suharto, SH., M.Hum menyampaikan ucapan terima kasih kepada perangkat desa dan seluruh warga Mojokembang atas penerimaan yang luar biasa ini, “semoga jalan Bhayangkara menjadi monumen bersejarah bagi Ubhara maupun desa Mojokembang”, ujarnya.

Secara historis perjalanan Kuliah Kerja Nyata Ubhara Surabaya tahun 2012 akan tertulis tinta emas. Karya-karya fisik monumental dan pemberdayaan masyarakat menjadi bukti sejarah. Hari ini (6/2) Rektor beserta jajarannya, yayasan beserta jajarannya meninjau lokasi KKN dan meresmikan jalan Bhayangkara. Walaupun tidak semua dusun terjangkau akan tetapi respon positif Rektor dan yayasan menjadi spirit. Desa Mojokembang adalah salah satu desa dari tiga desa lokasi KKN, dimana secara geografis merupakan desa yang sangat sulis pencapainnya. Desa mojokembang terkesan terisolir karena akses jalannya sangat terjal sehingga pembangunannya sedikit tertinggal.

“Kehadiran KKN Ubhara Surabaya memberikan spirit para pemuda maupun warga desa mojokembang karena sejak tahun 1990 baru kali ini desa Mojokembang terjamah mahasiswa”, Ujar Supardiono Kepala desa Mojokembang.

Share

28 November 2011

KKN telah tiba

kkn-2012-pacet

Kuliah Kerja Nyata (KKN) segera dilaksanakan, agenda tahunan itu menurut kalender akademik tahun 2011/2012 akan dilaksanakan pada bulan Januari 2012. Untuk menyongsong kegiatan pengabdian masyarakat tersebut Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Ubhara Surabaya teleh menerjunkan tim survei pendahuluan ke lokasi KKN. Tim survei yang dikomandani Agus Mahmudi, ST, MT sekretaris Panitia KKN beranggotakan RM.Bramastyo, SE, MM, SH, MKn koordinator DPL dan M.Fadeli, M.Si anggota DPL menelusuri lereng gunung welirang (rabu/2/11).

Ditengah hujan rintik-rintik tim survei sampai pada lokasi KKN yang ditetapkan, yaitu Desa Nogosari, Desa Kembang belor dan desa Mojokembang. “Dua tahun yang lalu desa Nogosari dan Kembang belor pernah dijadikan lokasi KKN sedangkan lokasi baru adalah Desa Mojo kembang”, ujar Agus mahmudi. Tim survei agak menemui kesulitan ketika sampai pada desa Mojokembang. Sebuah desa yang agak terisolir karena akses jalan yang terjal dikelilingi hutan produksi milik Perhutani.

kkn-2012-pacet2

Secara umum masyarakatnya masih homogen dengan mata pencaharian mayoritas bertani, berladang. Dengan potensi unggulan hasil pertanian berupa Ketala rambat, jagung, padi dan umbi-umbian yang lain. Dengan minimnya pendidikan tantangan KKN adalah bagaimana memberdayakan masyarakat sehingga lebih arif dalam memanfaatkan potensi alam.

Pemetaan awal lokasi KKN 2012 Ubhara surabaya ini masih bersifat prakondisi sehingga dibutuhkan survei lanjutan. Dari hasil survei tersebut diharapkan implementasinya terjadi sinergi antara kompetensi mahasiswa dan kebutuhan masyarakat. “Secara dini agar mahasiswa calon peserta KKN mempersiapkan diri agar benar-benar mau dan mampu mengabdikan keilmuannya bagi masyarakat” kata Bramastyo.

Pengumuman dan informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi oleh LPPM Ubhara Surabaya baik melalui Web Ubhara maupun papan pengumuman. (del)

Share