06 Mei 2013

Hunting Photosynthesis BEM FISIP

hunting-photosynthesis

Ajang mengasah kreatifitas dibidang photografi di gelar oleh BEM Fisip Ubhara Surabaya (5/5) bertempat di halaman belakang kampus Ubhara Jalan Ahmad yani 114 Surabaya. Diikuti sekitar 80 orang photographer amatir maupun profesional dari berbagai kota di Jawa Timur. Acara tersebut diberi tajuk Photosynthesis ajang foto dan musik, dengan berbagai model dari mahasiswa Ubhara Surabaya maupun model profesional dari luar kampus Ubhara. Berbagai sudut disiapkan panitia, misalnya spot 1 model dan background mobil, spot 2 model dan motor gede, spot 3 model dan motor GP, spot 3 model background mobil civic, spot 4 model latar mobil sport dan spot 5 model dengan latar mobil balap.

“Agenda rutin ini mempunyai misi menyatukan para fotografer di Surabaya dan sekitar”, ujar wawa panitia Photosynthesis BEM FISIP, ditemui disela-sela acara. Acara terselenggara dari jam 9 pagi hingga 5 sore. Selain hunting foto di berbagai spot peserta disuguhi alunan musik dari berbagai genre, ada juga pembagian doorprize maupun choacing clinic.

Terselenggaranya acara ini didukung oleh sponsorship dari AW Shound System and lighting, make Over, Caperca, PT. Sier, Minuman Cheers, Innocent Community, Capu Jawa, Trans Surabaya dan El Fara 43 FM.

Dalam sambutannya Dekan Fisip Dra. Dewi Amartani, M.Si menyampaikan terima kasih atas partsipasi peran serta fotografer Surabaya dan sekitar atas acara ini. Bangga dan support pada BEM Fisip atas dedikasi dan kerja keras demi terselenggaranya acara. Hadir pula dosen Komunikasi Fisip lainnya Fitria Widiyani Roosinda, S.Sos, M.Si Sekprodi komunikasi, kepala Laboratorium Komunikasi Julianto Ekantoro, SE, S,S, M.Si dan M. Fadeli, S.Sos, M.Si Dosen komunikasi yang juga turut hunting-hunting foto bersama peserta lainnya. (del/jo/pus)

Share

04 September 2012

Menanamkan hidup bersih dan rapi pada Maba

menanamkan-hidup-bersih

Panitia PKKMB Fisip sangat peduli dengan para yuniornya. Terpantau redaksi di salah satu sudut gedung Fisip lantai III sepatu berjajar rapi. Rupanya mahasiswa diwajibkan melepas sepatu ketika memasuki ruang kegiatan. Pemandangan ini menunjukkan bahwa seluruh kegiatan terjadwal dan tertata rapi termasuk menata sepatu. “Mulailah dengan hal yang kecil dan sekarang” ujar Marlinda salah satu panitia PKKMB Fisip.

Motto Increase The Passion To Be Different ternyata menginspirasi semua kegiatan yang direncanakan. Untuk menjadi yang berbeda harus dimulai dari diri sendiri ujar Dekan Fisip Dra. Dewi Amartani, M.Si. Sebuah pembiasaan yang sangat bernilai dimana mahasiswa penuh kesadaran menata kepentingan sendiri maupun orang lain, kesetiakawanan sosial juga tertanam disini tidak meperdulikan merek dan harga sepatu akan tetapi saling menghargai untuk meletakkan sepatu agar bersih serta rapi. Pembelajaran nilai-nilai demokratis juga dapat dimulai dari cara menata sepatu, karena saling menghargai menghormati sesama dasar belajar demokrasi. Pembiasaan-pembiasaan seperti ini hendaknya terjaga keberlangsungannya dalam bentuk yang berbeda. Agar mahasiswa selain mendapat ilmu pengetahuan juga tertanam ikhlaq yang baik. Semoga menjadi yang berbeda. (del)

Share