01 Juni 2012
Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menggelar seminar internasional Kamis, 31 Mei 2012 dengan tema “Kerjasama Internasional di Bidang Pendidikan dan Tourisme dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif”. Seminar yang bertempat di graha bhayangkara tersebut terselenggara atas kerjasama Ubhara Surabaya dengan Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud serta Deutsch Indonesische Gesellschaft Hessen e.V.
Hadir sebagai nara sumber adalah Prof.Dr. I Gede Pitana, ketua badan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif. Musa Josep, S.Ip, M.Ak dari BPKLN Kemendikbud serta Dr. Werner Weiglen dari PPHE Jerman. Seminar diikuti oleh mahasiswa kelas internasional dan para dosen Ubhara. Hadir pula sebagai peserta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Kota di Jawa Timur dan agency tour travel, serta manajemen hotel se Jawa Bali.
Rektor Ubhara Dr. Suharto, Drs, SH, M.Hum dalam sambutannya mengemukakan bahwa sesuai visi Ubhara untuk menjadikan world class university tahun 2014 telah banyak melakukan terobosan kerjasama dengan berbagai pihak dan inovasi baru termasuk seminar kali ini yang didalamnya adalah lounching kerjasama dengan Mr.Dr. Werner Weiglen dari Frankfurt Jerman yang nantinya akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Papua dibidang Manajemen Marketing khususnya bidang tourisme dan ekonomi kreatif.
Di era globalisasi ini eksistensi dunia pendidikan dan pariwisata perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak karena pengaruh persaingan bebas antar negara. Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menunjang ketahanan nasional. Oleh karena itu bidang tourisme dan ekonomi kreatif perlu pasokan SDM dari perguruan tinggi yang berkualitas. Dr. Werner Weiglen sebagai pelaku bisnis tour travel internasional yang sejak tahun 1972 membuka bisnis pariwisata di Papua sangat konsen untuk membantu SDM asal Papua agar dapat memasarkan potensi wisata daerahnya.
Sedangkan menurut Prof.Dr. I Gede Pitana adanya kerjasama internasional di bidang pariwisata akan menjadi sarana publikasi dan perbaikan citra bagi suatu negara serta akan meningkatkan daya saing kepariwisataan nasional. Pemerintah melalui Kemendikbud dalam hal kerjasama ini akan mendukung melalui beasiswa pagi upaya peningkatan SDM untuk menunjang kekayaan lokal, tambah Musa Josep dari kemendikbud. (del/jo/pus)
Share27 Oktober 2011
Jika tiga, lima tahun yang lalu kelas internasional masih menjadi impian di Ubhara kini menjadi kenyataan. Alhasil setelah dirintis sejak dua tahun yang lalu Rabu (27/10) diresmikan oleh Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya Dr. Suharto, SH., M.Hum. Acara peresmian dimulainya kelas internasional dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomi 1 Lantai 2 dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Program Studi serta para mahasiswa kelas internasional beserta orang tua. Sebanyak 56 mahasiswa kelas internasional dari program studi Manajemen, Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Informatika mendapat dukungan beasiswa unggulan dari BPKLN Kemendiknas.
19 mahasiswa mendapat beasiswa unggulan dari semester tiga hingga lulus, pada semester tujuh berkewajiban melanjutkan kuliah di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand. Sedangkan sebanyak 37 mahasiswa semester satu mendapat beasiswa sejak semester satu hingga lulus, pada tahun ke tiga berangkat kuliah di Thailand. Total Rp. 600 juta rupiah dana BPKLN kemendiknas akan dikucurkan guna membiayai kelas internasional di kampus Ubhara Surabaya.
Dalam kesempatan itu Rektor Ubhara menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi dan kepercayaan Pemerintah dengan dukungan peningkatan kualitas SDM di Ubhara melalui pembentukan kelas internasional. Para Orang tua dengan hikmat mendengar penjelasan dari Rektor, Wakil Rektor 1 Dr. Budi Rianto dan koordinator kelas internasional Drs. Heru Irianto, M.Si.
Pembentukan Kelas Internasional di Ubhara adalah melalui proses seleksi akademik maupun non akademik misalnya prestasi dibidang lain. Kompetensi utama kelas internasional ini pembentukan SDM berkualitas secara akademik maupun pembentukan karakter.
Menurut Dr. Budi Rianto Warek I sejak setahun yang lalu telah dipersiapkan sarana dan prasarana pendukung kelas internasional. Diawali dengan penggalangan kerjasama internasional dan dukungan pemerintah untuk mendapat leagalitas atau pengakuan secara internasional maupun dari pemerintah. Tidak lupa juga penyiapan fasilitas maupun tenaga dosennya, karena para dosen harus mau dan mampu mengikuti standar internasional termasuk menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris, tegasnya. Pada kesempatan itu juga Drs. Heru Irianto, M.Si selaku koordinator kelas internasional mengungkapkan perlunya komitmen bersama antara mahasiswa dan orang tua untuk memanfaatkan kelas internasional, hal ini karena seratus persen dibiayai negara, sehingga harus amanah pak Heru menambahkan (del)
Share









