21 Februari 2014

Workshop BFKSI 2014

workshop-bfksi

Ubhara. Salah satu keberhasilan pengelolaan perguruan tinggi adalah adanya pengakuan internasional International Recognitions. Oleh karena itu setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta berlomba menjalin kerjasama dengan kampus-kampus di luar negeri. Universitas Bhayangkara Surabaya sejak tiga tahun yang lalu telah melebarkan sayapnya bekerjasama dengan kampus-kampus di Thailand maupun India.

Untuk meningkatkan kerjasama luar negeri Ubhara menyelenggarakan acara workshop penyusunan proposal bantuan fasilitasi kerjasama internasional (BFKSI) Kamis, 20 Pebruari 2014 di ruang seminar. Dengan nara sumber Prof.Dr.Ir.H. Didik Sulistyanto dari Universitas Jember. Mantan atase pendidikan di Bangkok Thailand tersebut memaparkan strategi, prosedur pembuatan proposal penguatan lembaga kerjasama internasional. Untuk tahun ini Ubhara menindaklanjuti pembuatan proposal untuk program studi elektronika dan administrasi Negara.

Disamping itu Prof. Didik juga memaparkan peluang merebut dana beasiswa pendidikan dan penelitian dari Lembaga Pengelola Dana Penelitian (LPDP). Lembaga dibawah Kementrian Keuangan tersebut tahun ini mengalokasikan dana 16 triliun untuk keperluan beasiswa dan biaya pendidikan lanjut. Peluang besar bagi dosen Ubhara untuk mendapatkan dana maksimal 1,8 miliar per tahun untuk biaya penelitian, ungkap Prof Didik. (del)

Share

19 Februari 2014

Edu Fair di berbagai daerah

edu-fair-humas

Ubhara. Tidak sekedar membagi brosur tapi bagaimana mengedukasi para siswa SMA, SMK, MA yang hadir di stand edu fair di berbagai daerah. Lembaga Humas Ubhara Surabaya sebagai kepanjangan tangan kampus melakukan road show di berbagai daerah. Kegiatan edu fair menjadi salah satu agenda tetap untuk melakukan promosi kampus. Sejak bulan oktober 2013 hingga pebruari 2014 sudah menjelajahi di berbagai kota mulai dari kota terdekat Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto hingga Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Madiun, Tulungagung, Kediri, Situbondo, Bojonegoro serta wilayah Madura.

Universitas, Sekolah Tinggi, Akedemi, lembaga profesi di Jawa Timur maupun luar Jatim memanfaatkan momen edu fair ini. Bahkan belakangan Perguruan Tinggi Negeri PTN yang nota bene memiliki pangsa pasar tetap juga turut merebut pangsa pasar PTS melalui edu fair. Penyelenggaraan edu fair atas kerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Setiap kampus melakukan berbagai macam pendekatan persuasive kepada calon mahasiswa. Universitas Bhayangkara Surabaya tak luput dengan strategi khusus yang dapat menarik perhatian pengunjung. Brosur, pamflet, dan cinderamata merupakan sarana penunjang. Akan tetapi menurut pengalaman Puguh Wawan Kabag Humas mengatakan bahwa para siswa cukup kritis untuk mendapatkan informasi. Mulai dari menanyakan akreditasi prodi, mata kuliah masing-masing prodi, fasilitas, hingga pembayaran.

Persaingan antar perguruan tinggi makin ketat akan tetapi tetap dalam koridor utama setiap edu fair memberikan pengetahuan tentang pendidikan tinggi, memberikan pemahaman kampus dengan berbagai potensinya, selebihnya siswa yang memutuskan untuk kuliah dimana, wawan menambahkan. Data statistik penerimaan mahasiswa baru setiap tahun menunjukkan kecenderungan meningkat dari pengaruh edu fair. (del).

Share

17 Februari 2014

KKN Gelar Produk UKM

kkn-produk-ukm

Pacet-Ubhara. Berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebelumnya. KKN ini kali lebih pada pemberdayaan potensi desa. Warna pemberdayaan masyarakat Desa sangat kental hal ini dibuktikan dengan acara gelar produk UKM hasil binaan mahasiswa (senin 3/2). Berbagai macam bahan olahan hasil pelatihan dengan masyarakat berbahan ketela. Ada ketela di olah jadi klepon, bronis, roti kukus, kik dan lain-lain. Disamping itu ada juga minuman dari jahe, kencur, kunir yang memiliki cita rasa dan kasiat. Pameran produk UKM hasil binaan mahasiswa KKN ini di gelar di pendopo Kepala desa Candi Rejo Kecamatan Pacet kabupaten Mojokerto. Dihadiri oleh Muspika, Kepala Desa dan Perangkat, ibu-ibu PKK Rektorat serta pengurus Yayasan Brata Bhakti Daerah Jatim.

Dalam kesempatan itu Rektor Ubhara Dr. Suharto, Drs, SH, M.Hum meresmikan hasil kegiatan baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Yang tidak kalah pentingnya Rektor juga meresmikan website www//http.candirejo.desa.id dan penancapan nama-nama jalan. Hasil karya mahasiswa yang diserahkan kepada Desa Candirejo untuk dikelola. Serta dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi Desa ujar Ketua KKN RM.Bramastyo KN, SH, SE, MM, M.Kn.

Selama dua puluh hari terbagi dua gelombang dari tanggal 27 Januari hingga 5 Pebruari 2014. Peserta KKN melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di dua desa yaitu Desa candirejo dan Kesimantengah. Secara fisik Nampak hasil KKN berupa renovasi Pos kamling, pengadaan tempat sampah, pembuatan lapangan olah raga, parkir Masjid, MCK, papanisasi jalan Desa dan lain-lain. Sedangkan secara non fisik berupa pelatihan kewirausahaan, penyuluhan hukum dan bahaya Narkoba, penyuluhan KDRT dan hukum waris serta bimbingan belajar. (del)

Share

04 Februari 2014

Ubhara joint degree dengan Perguruan Tinggi India

Admin

vit-join-deggree

Ubhara. Selasa 4 Pebruari 2014 Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya melepas dua mahasiswa teknik elektro berangkat ke India untuk melanjutkan studi dalam program joint degree dengan Vellore Institute of Technology. Adalah Efraim Yuli Prasetya dan Sulung Jati Endro Waskito didampingi orang tuanya mendapat wejangan Rektor Dr. Suharto, Drs., SH,. M.Hum di ruang seminar. Turut hadir dalam pelepasan itu ketua pengurus yayasan brata bhakti daerah Jatim Drs.H.Suhandono, MM para wakil Rektor serta jajaran Dekan dilingkungan Ubhara Surabaya.

Dalam wejangannya Dr. Suharto mengatakan agar mahasiswa benar-benar memanfaatkan kesempatan emas ini. Negara membiayai kuliah di India dengan maksud untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Disamping itu agar mahasiswa menguatkan tekat, kalau orang lain bisa kita harus bisa, tambahnya.

Kedua mahasiswa teknik elektro Ubhara Surabaya tersebut mendapatkan beasiswa dari Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kemendikbud. Masing masing mahasiswa mendapat beasiswa sebesar 6600 $ per tahun, diperuntukkan biaya kuliah,penginapan, makan dan internet. Kata Dr. Bambang Purwahyudi, MT Dekan Fakultas Teknik, ditemui saat acara penyerahan tiket pesawat.

Share